.....
angan angan pilu pun perlahan - lahan menghilang
dan kabut sendu pun berganti menjadi rindu
sejak saat itu langit senja tak lagi sama...
aku mencari, aku berjalan,aku menunggu, aku melangkah pergi
kaupun tak lagi dan ku memulai kembali....
sepenggal lirik Monita Tahalea tersebut menyadarkan saya akan memulai sesuatu kembali
iya memulai untuk bangkit dari beberapa kisah yang saya sendiri sesali pada akhirnya..
namun memulai kembali dengan seseorang yang sangat amat saya tidak mengerti siapa dia itu pun sebenarnya juga bukan hal yang ingin saya mulai...
memulai usaha saya yang mati suri hampir setahun dan menghidupkannya lagi
memulai untuk memutuskan menjadi self employee dan pada akhirnya saya memilih bekerja lagi dengan segala pertimbangan yang ada
memulai untuk membuka hati kembali dengan seseorang yang mungkin akan menjadi teman hidup saya untuk selamanya... (amieeen)
mohon doanya saja
memulai kembali memaafkan dia yang perlahan sudah hilang dari hati dan pikiran saya, entah hidup itu berada untuk memikirkan kembali segala sesuatunya
belum lama ini, saya benar - benar dikelilingi oleh orang -orang yang sangat saya syukuri keberadaannya, dipertemukan kembali dengan sisa kisah masa lalu, masa yang harus saya lewati dan masa yang akan saya lewati..
membuka hati dan pikiran untuk dua hal yang mungkin sangat tidak pernah saya bayangkan pun sesungguhnya membuat saya banyak memikirkan berbagai hal,
tentang kehidupan keluarga, pertemanan, persahabatan, percintaan, pekerjaan dan gairah akan sesuatu hal, pertengkaran bahkan penghianatan...
semua melebur menjadi satu yang mana hal tersebut saya hadapi dengan guratan senyum dan sedikit pusing (dibelakangnya saja sih)...
sedih ? sekarang tidak ada kata itu dalam kamus hidup saya
Nikmati iya nikmati semua proses yang ada, bahwa sekarang saya sudah menemukan labuhan ternyaman saya yang saya pinta dalam tiap doa :)
dia bukan sosok yang saya harapkan sebetulnya (hahahaha) namun ada beberapa kriteria yang memang saya sekali, Tinggi ( karena dari dulu saya selalu suka punya pendamping yang minimal tingginya harus lebih dari saya ) tampang ? saya tak terlalu melirik tampang tapi beberapa tahun terakhir saya menyukai pria yang brewokan dengan kumis tipis tapi sebatas suka saja (karena memilikinya adalah hal yang tidak mungkin pemirsa XoXo)
Dalam doa saya hanya meminta, dipertemukan dengan seseorang yang dapat menerima keadaan saya, keluarga saya, sahabat saya dan segala kerempongan hidup saya begitu juga sebaliknya dia...
Kunfaayaakun, maka terjadilah bila itu akan terjadi...
doakan saja agar memang benar dia jalan selanjutnya,
dia bukan pribadi yang banyak menuntut saya menjadi orang lain sebaliknya juga saya..
dia membuat semuanya berjalan sangat mudah untuk dihadapi
hay...
terima kasih untuk ada dan selalu ada
meski kadang aku selalu rese
dan sering menghilang saat kau tinggal war free fire
:))
7 Desember 2018
22 Oktober 2018
Memori bulan Juli itu....
mungkin bukan salah waktu untuk bertemu denganmu
atau mungkin pula bukan salah keadaan yang membuatnya rumit
aah tidak keduanya kataku
lalu apa ?
salahkan pada ego diri kita sendiri
yang terlalu bangga dengan kata gengsi ?
gengsi untuk sekedar menyapa
atau gengsi karena kesalahan yang dibuatnya sendiri
bila kutanyakan hal ini padamu,
sejauh mana kenangan itu kau ingat ?
bila kau tanyakan ini padaku akan kujawab
kenangan itu pahit nyatanya....
sebuah memori yang mestinya tak perlu kulalui
yang bila mungkin mesin waktu doraemon dan
sang penjelajah waktu ada pun ingin ku kembalikan seperti semula..
tapi nyatanya aku tak menyesalinya namun aku bersyukur
bahwasanya bukan kamu-yang-seharusnya-
bukannya aku mundur dari permainan ini,
berakhir saja belum
bahkan dimulai kapanpun aku tak mengerti....
menatapmu dengan sangat sederhana saja
membuatku tenang
tak perlu berucap apapun padamu membuat hatiku merasa cukup
bahwa menyayangi tak harus memiliki rasanya seperti ini
menyakitkan dan harus kuhentikan
iya, sudah kuhentikan saat ini
cukup mengamati senyummu dari jauhpun sudah sangat melegakan
namun,
hey, jangan pernah bilang 'i love you' bila kau tak mengerti
begitu dalamnya arti itu untuk seseorang
dan jangan pula mudah menyebutkan 'sayang' bila kau tak mengerti
bagaimana sebuah panggilan itu berarti lebih...
hai kau memori di bulan Juli
mengapa sulit melepasmu dalam sudut batang otakku?
mengapa masih tersisa luka meski tak banyak pada hati ini?
mengapa dengan bodohnya aku terjebak olehmu ?
mengapa aku jatuh cinta padamu ?
bisakah kau menjawabnya ?
tolong bantu aku untuk melepasmu...
wahai kau .....
memori bulan Juli
2018
atau mungkin pula bukan salah keadaan yang membuatnya rumit
aah tidak keduanya kataku
lalu apa ?
salahkan pada ego diri kita sendiri
yang terlalu bangga dengan kata gengsi ?
gengsi untuk sekedar menyapa
atau gengsi karena kesalahan yang dibuatnya sendiri
bila kutanyakan hal ini padamu,
sejauh mana kenangan itu kau ingat ?
bila kau tanyakan ini padaku akan kujawab
kenangan itu pahit nyatanya....
sebuah memori yang mestinya tak perlu kulalui
yang bila mungkin mesin waktu doraemon dan
sang penjelajah waktu ada pun ingin ku kembalikan seperti semula..
tapi nyatanya aku tak menyesalinya namun aku bersyukur
bahwasanya bukan kamu-yang-seharusnya-
bukannya aku mundur dari permainan ini,
berakhir saja belum
bahkan dimulai kapanpun aku tak mengerti....
menatapmu dengan sangat sederhana saja
membuatku tenang
tak perlu berucap apapun padamu membuat hatiku merasa cukup
bahwa menyayangi tak harus memiliki rasanya seperti ini
menyakitkan dan harus kuhentikan
iya, sudah kuhentikan saat ini
cukup mengamati senyummu dari jauhpun sudah sangat melegakan
namun,
hey, jangan pernah bilang 'i love you' bila kau tak mengerti
begitu dalamnya arti itu untuk seseorang
dan jangan pula mudah menyebutkan 'sayang' bila kau tak mengerti
bagaimana sebuah panggilan itu berarti lebih...
hai kau memori di bulan Juli
mengapa sulit melepasmu dalam sudut batang otakku?
mengapa masih tersisa luka meski tak banyak pada hati ini?
mengapa dengan bodohnya aku terjebak olehmu ?
mengapa aku jatuh cinta padamu ?
bisakah kau menjawabnya ?
tolong bantu aku untuk melepasmu...
wahai kau .....
memori bulan Juli
2018
1 Agustus 2018
dilema
apakah kau tahu apa yang paling menakutkan akan keindahan setelahnya ?
lalu apa tanyamu diam, diabaikan secara perlahan jawabku
mengertikah kau bahwa hati dan pikiran ini mulai tertuju padamu
mulai kapan ?
bermula dari tatapan matamu yang seolah berkata bahwa jangan pulang
saat ku beranjak pergi dari bangku itu
ku bilang rindu padamu
namun tak berbalas
pilu sepertinya
namun ku mulai tahu bahwa
kau bukan hanya menjaga hatiku
kau pun menjaga banyak hati yang
mulai bergelayut di logika ku
ah sudahlah kataku
sepertinya aku jadi gila akan hal ini
iya gila
gila karena telah memilihmu
gila karena telah jatuh hati padamu
lalu aku pun bertanya
kapankah aku berhenti dan mulai
mengalihkan pikiranku ?
pikiran yang bukan hanya kamu dibenakku
hatiku juga harus merelakan sedikit kenangan
tentangmu
aku tahu itu tak mudah dan berujung lelah
meski beberapa datang dan aku mulai menerima
seperti kehadiranmu kala itu
tak ayal ku tinggalkan mereka dan berlalu padamu
namun kau mengabaikanku
lagi dan lagi....
bagaimanapun gambaran akan pagi itu
membuat guratan senyum diwajahku
menatapmu dalam diam teramat dalam
sungguh hal yang tak pernah ku bayangkan
sejauh ini.....
selamat menjaga wahai kau
doa yang pernah ku panjatkan kala itu
doa yang selalu ku pinta pada segala penjuru waktu
sungguh beruntung untuk sedetik bersamamu
lalu apa tanyamu diam, diabaikan secara perlahan jawabku
mengertikah kau bahwa hati dan pikiran ini mulai tertuju padamu
mulai kapan ?
bermula dari tatapan matamu yang seolah berkata bahwa jangan pulang
saat ku beranjak pergi dari bangku itu
ku bilang rindu padamu
namun tak berbalas
pilu sepertinya
namun ku mulai tahu bahwa
kau bukan hanya menjaga hatiku
kau pun menjaga banyak hati yang
mulai bergelayut di logika ku
ah sudahlah kataku
sepertinya aku jadi gila akan hal ini
iya gila
gila karena telah memilihmu
gila karena telah jatuh hati padamu
lalu aku pun bertanya
kapankah aku berhenti dan mulai
mengalihkan pikiranku ?
pikiran yang bukan hanya kamu dibenakku
hatiku juga harus merelakan sedikit kenangan
tentangmu
aku tahu itu tak mudah dan berujung lelah
meski beberapa datang dan aku mulai menerima
seperti kehadiranmu kala itu
tak ayal ku tinggalkan mereka dan berlalu padamu
namun kau mengabaikanku
lagi dan lagi....
bagaimanapun gambaran akan pagi itu
membuat guratan senyum diwajahku
menatapmu dalam diam teramat dalam
sungguh hal yang tak pernah ku bayangkan
sejauh ini.....
selamat menjaga wahai kau
doa yang pernah ku panjatkan kala itu
doa yang selalu ku pinta pada segala penjuru waktu
sungguh beruntung untuk sedetik bersamamu
10 Juli 2018
tentang memilih kembali
pilihan itu jatuh tak jauh dari hatimu
pilihan itu mampu mengubahmu
menjadi yang lebih baik maupun buruk sekalipun
pilihan itu yang sanggup meluluhkan egomu
dan mampu menghapus luka maupun duka
yang mampu membuatmu bahagia
entah yakin atau tidak
janganlah berpihak pada hatimu saja
berpikirlah sejernih mungkin
bila perlu gunakanlah logikamu
agar tetap dapat kau pilih
yang sebenarnya
hatimu ?
ataukah logikamu ?
karena keyakinan itu lahir dari dirimu sendiri
bukan paksaan dari orang lain
aku tak mampu menjelaskan
siapapun itu
aku berterima kasih karena
dia dapat membuatku memilih kembali
apa yang sudah lama tertutup rapat
dan kini mulai terbuka kembali
meski belum seutuhnya terbuka
tapi dia yang mengawalinya...
28 April 2018
rumah setelah pulang kembali...
Beberapa waktu lalu saya memutuskan untuk memulai usaha snack yang sempat booming di kota saya, namun saya membuat inovasi dengan menggantinya dengan bahan yang lain. Yah simple, karena saran dari mereka untuk berjualan via online maka saya putuskan untuk mulai ajja dulu xoxo
Aktifitas saya setelah pulang kerja pagi, sore hari sampai malam berada di warung kopi,
entah saya yang memang tidak terlalu senang untuk dirumah atau memang saya selalu ingin menambah kegiatan, warung kopi yang selalu saya datangi tiap lepas penat sore yaitu
Enjang Coffee...
banyak cerita yang terlahir dari Enjang Coffee, dimana tempat ini adalah rumah untuk saya singgah setelah seharian berkutat dengan banyak file dari kantor, tempat yang mana saya bertemu banyak teman baru, tempat saya mulai belajar membedakan aroma kopi robusta dan arabika.. tempat saya mencoba menu untuk dirilis disana, tempat saya berkumpul dengan teman, sahabat maupun kolega.. tempat saya mempertemukan pemilik warungnya dan sahabat saya yang sekarang sudah sah membina keluarga :) , tempat yang mengajarkan saya untuk ramah tamah dan sabar ke berbagai orang dan masih banyak lagi...
konflik ? sudah biasa disetiap tempat pekerjaan apapun dan dimanapun itu...
namun akar penyelesaiannya sudah terjawab, team kami solid sangat solid meski kami memiliki background yang berbeda - beda namun karena kami kerja team rasanya sudah naluri untuk membagi tugas membuat esspresso, v60 dengan biji kopi yang berbeda, memasak snack untuk pelanggan yang datang serta memberi senyum yang ramah kepada pelanggan...
banyak dari pelanggan yang menjadi teman saya hingga saat ini, seru bukan ?
pada akhirnya saya memilih untuk meninggalkan Enjang agar usaha yang sedang saya rintis ini berjalan dengan baik dan normal lagi.. banyak yang kecewa dan banyak pula yang mendukung saya berhenti dari sana. hal ini terlepas dari kejadian yang mungkin tidak akan banyak saya ceritakan secara detail, namun garis besarnya saja, kurangnya komunikasi dari pemilik dan karyawan membuat suasana tempat saya ini sedikit tidak nyaman terlepas karena sahabat saya menjadi istrinya membuat saya berpikir kedepan jikalau suatu hari nanti, kejadian serupa menimpa saya, apakah situasinya akan sama ? masihkah jalinan persahabatan yang sudah saya rangkai sejak kami duduk disekolaah dasar harus berakhir karena keprofesionalitasan ? hal ini menjadi titik besar kenapa saya mengundurkan diri dari tempat yang biasa saya datangi setiap hari...
Enjang Coffee tetap menjadi rumah singgah saya yang paling utama dari yang lain, selain tempatnya yang sungguh nyaman dan sangat hijau serta jawa sekali untuk arsitekturnya, menu yang ditawarkan sangatlah worth it to buy ! mereka tidak mahal maupun tidak murah...
Meski sebenarnya saya tidak ingin pergi namun harus saya lepaskan tempat ini dari sebagian diri saya...
Enjang Coffee
tetaplah menjadi seperti pertama kali kusinggah disana..
hangat dan nyaman tanpa sungkan
sampai bertemu lagi...
dan akan bertemu lagi untuk tiap minggunya...
akan kusempatkan sejenak meneguk kopi dan canda disana !
dari saya yang pernah singgah beribu detik disana...
Langganan:
Postingan (Atom)