mungkin bukan salah waktu untuk bertemu denganmu
atau mungkin pula bukan salah keadaan yang membuatnya rumit
aah tidak keduanya kataku
lalu apa ?
salahkan pada ego diri kita sendiri
yang terlalu bangga dengan kata gengsi ?
gengsi untuk sekedar menyapa
atau gengsi karena kesalahan yang dibuatnya sendiri
bila kutanyakan hal ini padamu,
sejauh mana kenangan itu kau ingat ?
bila kau tanyakan ini padaku akan kujawab
kenangan itu pahit nyatanya....
sebuah memori yang mestinya tak perlu kulalui
yang bila mungkin mesin waktu doraemon dan
sang penjelajah waktu ada pun ingin ku kembalikan seperti semula..
tapi nyatanya aku tak menyesalinya namun aku bersyukur
bahwasanya bukan kamu-yang-seharusnya-
bukannya aku mundur dari permainan ini,
berakhir saja belum
bahkan dimulai kapanpun aku tak mengerti....
menatapmu dengan sangat sederhana saja
membuatku tenang
tak perlu berucap apapun padamu membuat hatiku merasa cukup
bahwa menyayangi tak harus memiliki rasanya seperti ini
menyakitkan dan harus kuhentikan
iya, sudah kuhentikan saat ini
cukup mengamati senyummu dari jauhpun sudah sangat melegakan
namun,
hey, jangan pernah bilang 'i love you' bila kau tak mengerti
begitu dalamnya arti itu untuk seseorang
dan jangan pula mudah menyebutkan 'sayang' bila kau tak mengerti
bagaimana sebuah panggilan itu berarti lebih...
hai kau memori di bulan Juli
mengapa sulit melepasmu dalam sudut batang otakku?
mengapa masih tersisa luka meski tak banyak pada hati ini?
mengapa dengan bodohnya aku terjebak olehmu ?
mengapa aku jatuh cinta padamu ?
bisakah kau menjawabnya ?
tolong bantu aku untuk melepasmu...
wahai kau .....
memori bulan Juli
2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar